When helper, sometimes doesn’t help.

Well, kadang kita membutuhkan bantuan. Kadang kita ga bisa melakukan segalanya sendirian. Manusia makhluk sosial, ga mungkin bisa bekerja sendirian. But, disisi lain kadang bantuan tidak datang sesuai harapan. Then, what should we do? Contohnya, yaah, hampir mirip kaya kemaren. Semuanya mulai sekitar sebulan ke belakang.

Gue gabung sama sebuah komunitas. Disini, gue punya posisi sebagai Publication Officer. Bahasa kerennya tukang bikin poster. Karena satu dan lain hal, untuk saat itu gue ga bisa melakukan pekerjaan rutin gue. Gue masih sekolah, dan kelas 3 SMK. Bentar lagi ujian, dan sekolah kejuruan itu, ujiannya jauh lebih banyak dari pada SMA. Gue harus prepare banyak hal yang gue sendiri sebenernya terlalu males buat ngepreparinnya. Mulai dari UPK (Ujian Praktik Kejuruan) yang bakal diadain 2 minggu lagi, US (Ujian Sekolah) sekitar 1 bulan lagi, UN (Ujian Nasional) yang banyak ditakuti tapi ditunguu-tunggu sama anak kelas 3, dan UJIKOM (Ujian Akhir Kompetensi) mirip sama tugas akhir anak – anak kuliah. Sedikit? Itu belum termasuk sama Ujian-ujian praktek nasional sama sekolahnya yah. Dan Jangar ditanggung sendiri. Karena alasan-alasan itulah gue ga bisa bantu banyak.

Sampai satu hari, ternyata ada satu bocah (anak SMP), yang kebetulan tertarik sama bidang poster dateng ngehubungin gue, dan sepertinya dia mau bantu. “Thanks God! Gue bisa fokus ujian sekarang” fikir gue waktu itu. But, I was wrong. Gue kira si anak ini udah cukup mengerti sama hal yang beginian, ternyata memang skillnya kurang dari yang di harapkan si anak-anak komunitas gue. Alhasil banyak komen-komen pedes yang terlontar dari mulut anak-anak. Endingnya, gue yang kena.

Gue yang dikasih tanggung jawab dan keperceyaan, ternyata masih lalai. Gue sadar ada beberapa kesalahan gue yang fatal dan akhirnya bikin anak-anak kecewa.
1. Gue terlalu ngebiarin si pemula ini buat kerja sendiri. I didn’t help much, meski si pemula ini udah banyak tanya sama gue. Yah itu salah gue. Sebenernya, gue udah nyuruh dia ngerjain sebisanya dia, dan langsung upload ke grup. Biar nanti anak-anak lain yang komen, dan dia belajar dari komen anak-anak, kaya gue waktu pertama kali. Tapi, sepertinya itu ga bekerja sama si pemula ini.
2. Saking sibuknya gue sama urusan sekolah, akhirnya banyak kewajiban gue, yang belum sempet gue over handle ke anak-anak yang lain. Yang paling fatal adalah masalah sertifikat. Sama sekali belom gue kerjain. Dan pada akhirnya setengah jam setelah acara mulai, sertifikat baru gue gawein, dan selesai hanya dalam setengah jam. Setengah jam, Semampunya, Secepatnya, Seadanya. Alhasil, hasil akhirnya yaaaah, sederhana (baca: Jelek, sampah, kertas gorengan). Karena inilah gue kena maki senior.
3. Dari dulu, gue selalu ngegampangin kerjaan. Ga jadi pengalaman, padahal udah banyak kejadian yang tidak gue harapkan terjadi karena gue terlalu ngegampangin kerjaan yang menurut gue, gue udah pro di bidangnya. Yah, ini contohnya, saking ngegampanginnya gue, jadinya gue di gemplang kan. Gue selalu berusaha ngerubah hal ini ko. Tapi ada aja yang selalu ketinggalan atau lupa. Akhirnya sifat ini muncul-muncul lagi.

Yaah, kemaren memang ke”Profesionalitas”an gue di uji. Gue sadar gue belum profesional. Mungkin tekhnik udah, tapi mental belum. Yaah ini yang memang kadang sulit di suatu kerjaan. Ga semua orang bisa mengalahkan mentalnya. Menguatkan mentalnya. Meninggalkan kebiasaan “pamalesan” dan “ngaret”. Untuk jadi pro yang bener-bener pro, memang ga gampang. Ini baru di komunitas, belum kerjaan real. Gue harus berusaha mulai dari sekarang. Jadi Pro, bukan cuma di satu bidang, tapi seluruh bagian kehidupan gue. Itu target yang harus bisa gue capai.

Then, masalah poster, ternyata gue masih harus belajar banyak, dan mengajar banyak haha :D

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s