I’m at my LIMIT!

Oke, first of all, gue mau cerita tentang yang gue alamin hari ini. Honestly, I’m a little bit disappointed about my classmate. Intinya, gue mau curhat. Udah itu doang ga lebih. So start…

Pernah ngerasa kecewa? Semua orang pasti pernah. Ini gue lagi sedikit kecewa. Yah, mungkin memang ada salah guenya juga. Tapi, hey guys, you have to respect someone!

Gue punya tugas akhir yaitu bikin sebuah pameran wedding organizer bareng temen-temen sekelas gue. Disini gue kebaigan sebai Publication and Documentation Officer, yang ngurusin promosi (bikin brosur, spanduk, banner, etc.) dan dokumentasiin segala sesuatu yang terjadi selama kegiatan Wedding Expo ini. Sekarang, gue lagi ngurusin buat Photo session Ijab Qabul, yang harus ada di setiap wedding.

Guys, setiap kegiatan butuh perencanaan yang matang bukan? Tanpa terkecuali photo session ini. Kita butuh, property, kostum, dekorasi, dan segala sesuatu dari hal gede sampe tektek bengeknya. Semuanya harusnya udah siap hari ini karena besok kita udah mulai kegiatannya. But, we’re not reach a half percent of it. Persiapan kita bahkan jauh dari 50%. Ga keliatan semuanya udah siap. Is it a problem? Huge Problem.

Semua tentang kegiatan ini udah ketua percayain ke gue. Tapi yang kerja disini bukan gue sendirian kan? Gue butuh partner. Selain itu gue juga butuh model buat bahan fotonya nanti. Gue udah berusaha buat ngajakin anak-anaknya serius dalam kegiatan ini. Tapi mereka malah keliatan nganggap ini hal sepele. Keliatan terlalu ngegampangin kegiatan ini. Mana besok tuh tugas-tugas kita banyak yang harus di kerjain. Udah 2 hari yang lalu gue ngajakin mereka buat rapat. Taunya, hanya kesampean waktu H-1. Hari yang seharusnya kita udah fitting baju, dekor ruang dan segala macem. Yang lebih membetekannya lagi, mereka keliatan nyantai aja segitu kegiatannya besok. “Take it easy bro” is that all they say. But, I can’t. I just Can’t. Gue paling ga bisa buat ngerjain sesuatu seadanya (kecuali tugas yang gue emang ga ahli dalam bidangnya). Hampir semuanya belum siap, dan ga ada tindakan yang bener-bener dari anak-anak.

Ada hal yang sebenernya bikin gue lebih pusing lagi. Tadi semua talent, dress code, dan waktunya udah gue share ke anak-anak. Mereka setuju. Entah kepaksa atau emang dari diri mereka sendiri. Cuma ketika mereka di kasih tau peran mereka masing-masing, mereka masih nanya-nanya “Fif, gue gimana? Gue ga ada bajunya? Gue ga mau ah. Gue males kalo harus nyiapin sendiri.” Fuck! You think I’m not lazy? You think I didn’t confused? Bisa di bilang gue orang paling bingung di antara kalian. Kalian mau seenaknya aja di kasih yang gede, yang mewah, sementara usaha kalian ga menunjukan untuk itu. Gimana gue bisa bantu?

Gue pengennya, ketika gue kasih talen-talent itu. Yang hasil dari vote kalian sendiri. Kalian bisa langsung ngakal buat nyari propertinya sendiri. Oke aku emang mau praktis. Tapi emang gue punya hak kan? Yang gue urusin bukan cuma wedding ini. Mungkin kalian juga gitu. Tapi dari talent-talent yang terpilih itu, ga semuanya berperan penting kan? Gue tau kalian bisa. Tapi kalian ga mau berusaha. Come on guys. Serius lah. Ini event kan jadi nilai kita juga. Bukan cuma sekedar pensi atau open house yang ga akan masuk rapot.

Acaranya besok, gue harap ada orang yang mau serius dengan hal-hal ini. Dan semoga photo session besok bisa berguna. Gue juga cape ngurusin ini itu. Gue juga punya tugas numpuk. Gue juga manusia. Please. Just for this, I beg for all of you guys. Please help me.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s