Complete Set Menu

Di post kali ini, gue cuma mau info lagi – lagi tentang makanan. Kali ini pure semua yang gue tulis disini, berdasarkan pendapat atau pengetahuan gue. Complete Set Menu, atau biasa juga di bilang Table d’hote. (gatau itu nulisnya bener apa ngga :P).

Table d’hote, atau menu lengkap dari makanan pembuka sampe makanan penutup. Terdiri dari 4 menu : Appetizer (pembuka), Soup (sup), Main course (inti), dan Desert (penutup). Dulu ini bisa sampe 13 menu waktu jaman – jaman kerajaan di eropa. Biasanya di pake buat jamuan makan. Kaya kalo ada orang-orang penting, kita undang buat makan, inilah tipe menu/cara makan yang biasanya di suggest sama para pelayan hotel, atau restoran bintang 5 untuk menengah ke atas. Ribet memang, karena banyak banget porsi yang harus kita makan. But, ini juga ternyata ada tujuannya. Tujuan itu ternyata terdapat di menu – menu yang di sakijan. maksudnya :

1. Appetizer. Makanan pembuka. Biasanya salad atau hidangan – hidangan yang segar. Porsinya ga banyak. maksimal 75gr/porsi. Kenapa ini jadi yang pertama? Karena appetizer di peruntukan memicu nafsu makan sang tamu. Porsinya juga kecil, karena kalo banyak, tamu bakal keburu kenyang dan ga bisa menikmati hidangan lain. Read More

Wine : Menurunkan resiko terkena serangan Jantung

Image

Wanna share something use full. Ga cuma media curhat gue juga mau share tentang hal yang lebih bermanfaat. Seperti Info yang bakal gue kasih sekarang. Iseng buka detik dan gue nemu ini. Berhubungan tentang hobi gue tentang kuliner. So ini “copas”annya. Lengkap/lainnya buka aja detik.com

Dua Gelas Wine Sehari Perpanjang Umur Pasien Jantung

“Wine sejak lama dikenal baik untuk kesehatan pembuluh darah jantung. Selama ini, minuman beralkohol tersebut diketahui dapat mencegah penyakit jantung. Ternyata, orang yang terlanjur menderita gangguan jantungpun bisa merasakan manfaatnya. Read More

Hand + Pen + Paper = Your Life

Umur = Tinta Pena, Kehidupan = Kertas Putih Bersih, Manusia (Kita) = Tangan yang menulis dengan pena di atas kertas.

Dapet filosofi bagus yang ngga sengaja kekuping dari guru bahasa sunda waktu ngobrol sama temen gue waktu sehabis TO tadi. Katanya, seperti quotes yang gue tulis tadi.

Maksudnya adalah : Ketika kita menulis dengan pena tersebut sampai tinta dalam pena tersebut habis di atas kertas putih yang semulanya kosong, kita akan bisa melihat apakah tulisan kita itu bagus dari isinya/keindahannya atau malah jelek sejelek-jeleknya. Laliu tuhan akan bertanya siapa yang menulis di atas kertas yang telah saya beri ini?

Just don’t waste your time guys. Berapa banyak tinta yang sudah kalian habiskan sampai sekarang? Apakah tulisan kalian bagus? Atau malah sebaliknya?