Who Am I

Terjun ke dalam keramaian, berusaha mencari arti kehidupan. Telanjang tanpa busana, berkeliaran menyusuri setiap celah jalan raya. Satu persatu ku kenakan apapun yang dapat menutupi kemaluanku, hingga aku berhasil menjadi salah satu dari mereka. Namun rasa tidak nyaman mulai menyelimuti perasaan. Bertahap aku hijrah ke persinggahan lain. Ku lepas apa yang sudah ku kenakan. Mencari sesuatu yang bisa menutupi rasa malu dan ketidaktahuan.

3800 langkah kaki ini, menuntunku pada tempat yang baru. Ku ambil sehelai kain untuk membalut tubuh. Mereka sangat ramah kepadaku, namun diriku malah merasa serba salah.

Kembali aku angkat kaki dari keramaian, dan perlahan ku mulai tak berpakaian. Kulihat ada gerombolan manusia bercengkrama. Kurasa, disanalah persinggahanku selanjutnya. Kini, mereka yang memberiku pakaian, makanan, bahkan tempat tinggal. Sehingga parasku serupa dengan mereka. Teramat baik, teramat ramah, diriku tak sanggup membayar yang sudah mereka beri. Dirikupun menjauh, dan tak kembali.

Lelah langkahku berjalan, membawaku pada suatu lapang. Disana, tak ada satupun tanda kehidupan. Bahkan pohon pun seakan menyembunyikan keberadaannya.

Kini, diriku termenung menatap langit. Terbaring lesu di tengah lapang. Terguyur sinar matahari terik tanpa berpakaian. Satu persatu, mulutku mulai bergumam. “Apa yang aku lakukan?” “Mengapa diriku tak bisa menjadi yang aku inginkan?” “Siapa daku sebenarnya?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s