Atarashi Yume (New Dream)

Terlelap dalam lelah di keheningan malam. Berusaha melupakan apa yang terjadi hari ini. Berusaha meninggalkan segala kenangan yang kau berikan. Berusaha menghindar dari segala ingatan yang menerjang. Kau tahu? Aku sudah lama memendam ini dalam – dalam. Sudah ku katakan bahwa ini yang terakhir. Aku tak ingin kembali tenggelam pada perasaan yang membuatku seperti terhantam besi baja. Aku tahu kau sudah lama pergi dari sisiku. Mustahil bila kau kembali berlari menghampiriku. Kau mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik sekarang. Hidup enak, nyaman, tak ada seorangpun yang dapat mengganggumu termasuk aku. Kau sudah dipelukannya sekarang. Orang yang bisa melakukan segalanya untukmu. Bahkan membawamu terbang kebulanpun bukan hal mustahil baginya. Lalu mengapa kini kau datang membawa cambuk untuk hatiku? Apa kurang akan apa yang lakukan dulu kepadaku?

Sejenak aku terdiam. Berusaha mengubah pola pikirku terhadapmu. Namun kurasa itu tak perlu. Semuanya terlalu jelas. Bahkan ketika aku memejamkan mata. Harapan ini, harapan yang kau beri, apa semuanya selalu semu? Itukan yang kamu mau? Membawaku terbang ke langit ke 7, lalu segera kau dorong aku kembali menghantam bumi. Hati tidak pernah berbohong. Aku Cinta kamu, itu bukanlah sebuah khayalan semu. Namun kau lebih mencintainya, itu adalah rasa pahit dunia nyata. Aku sudah membiarkanmu memilihnya. Aku tak kan pernah bisa memaksamu untuk memelukku jika kau takmau. Kini kubiarkan engkau terus berlali kedepan. Jangan sekalipun melihat kebelakang.

Satu tahun satu bulan kita telah hidup bersama. Lebih dari cukup waktuku untuk mengenalmu. Ciuman pertama yang kau berikan padaku, memang tak mungkin pernah bisa pergi dari ingatan kenangan kita berdua. Alasan apapun tak bisa mengubah cintamu padanya sekarang. Ku hanya bisa terdiam mematung kaku. Jangan kau kembali padaku. Pergilah! Untuk apa jika kau hanya bisa menambah goresan dalam pada hatiku. Tidakkah kau lihat, lubang besar yang sudah kau tinggalkan ini? Cukup dengan harapan kosong. Lebih baik jika kau tidak pernah mengenalku.

Pergi! Tinggalkan aku sendiri. Aku tak ingin kau melihat air mata mengalir pada pipiku. Aku akui aku memang lemah. Maka dari itu, biarkan hanya aku yang tau kelemahanku. Pergilah.. Aku muak melihatmu.

Kini ku kembali terlelap. Ku tak ingin semua itu terus menghantui hidupku. Berharap hari esok akan kembali cerah. Berharap aku bisa bertahan. Berharap aku akan kembali menemukan mimpi baru pada setiap malam ku memejamkan mata. Mimpi yang bisa membangkitkan harapan. Bahwa aku bisa bertahan. Mimpi tanpa kehadirannya. Mimpi – mimpi indah yang membuatku lupa akan dirinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s