Wishing By Kana Nishino

Ini salah satu lagu yang gue suka. Meaningnya bagus. Btw, karena malem – malem lagi ga ada kerjaan jadi lagu ini gue artiin sekaligus bikin lyrc versi indonesianya, siapa tau ada band/singer yang mau bawain lagu ini dengan versi indonesianya. Hahaha..

Wishing – by Kana Nishino

僕がいなくても君は平気だよ
boku ga inakute mo kimi wa heiki da yo
Meskipun, ku tak disana. Kau tetap, tersenyum ceria

ふいに告げられたあの日から今でも
fui ni tsugerareta ano hi kara ima de mo
Semuanya telah membuatku menyadari sesuatu

君の口癖も 君の笑い方も
kimi no kuchiguse mo kimi no warai kata mo
Ku takan pernah lupakan ucapan dari bibirmu Read More

Advertisements

We’re Diferent

Aku bingung. Semua masalah percintaan ini telah membuatku lelah. Entah apa yang harus aku lakukan sekarang. Mulutku membisu, Mataku membuta, dan telingaku mendadak tak mendengar. Apa yang harus aku jelaskan lagi? Semua sudah jelas terpampang di depan mataku. Nasihat – nasihat mereka pun sudah sering aku dengarkan. Bahkan perlahan mulai memenuhi otaku.

Kebingungan sudah lama terbendung di dalam hatiku. Gelisah akan perbedaan yang terjadi diantara aku dan dia. Bagai katak yang ingin terbang, seperti burung yang ingin menyelam. Berusaha untuk terima, namun dunia tetap menolak. Perlahan, kepercayaan terhadap mereka mulai luntur. Mereka bahkan menaikan bahu ketika aku bertanya, “apa yang harus aku lakukan?”. Seberat itukah masalah yang harus ku hadapi?

Ku ceritakan semuanya pada orang yang paling bisa ku andalkan di dunia. Orang tuaku. Namun sayang, mereka tak dapat berbuat apa – apa. Ayahku bahkan keberatan dengan apa yang akan aku hadapi kelak. Menyuruhku menghindari segala kemungkinan yang mungkin bisa terjadi. Aku tahu mereka sangat menghawatirkan ku. Aku mengerti mereka tak ingin anaknya beralih kepercayaan dari yang sudah selama ini kami pegang kukuh. Hal paling penting dalam kehidupan, dan hal yang sangat tabu untuk menduakannya.
Read More

Is this “LOVE”s fault?

Kadang gue mikir, “sepi kali ya, hidup ga punya pendamping”. Yaaah, sedikit banyak itu bener ko. Punya pacar itu kadang bikin kita lebih ngerasa hidup. Lebih ngerasa dianggap sama orang lain. Dapet perhatian lebih sama orang yang kita sayang. Meski jarang, gue juga pernah ko ngerasain pacaran. Yaah, lu juga tau kan, dari beberapa postingan gue dulu. Buat beberapa bulan kebelakang, mungkin emang iya kali ya, gue ngerasa kesepian. Dulu, gue begitu menggebu-gebu ngebet pengen punya pacar, setelah gue putus sama mantan gue. Tapi entah kenapa sekarang semangat gue itu mulai luntur. Entah karena 1 kali ditolak, sama pdkt yang ga kelar-kelar. Gue jadi males deketin cewe. Bukan berarti gue beralih deketin cowo. Gue orangnya kadang suka bosenan kalo lagi pdkt. Gue gak biasa pdkt sampe berbulan – bulan buat dapetin satu cewe. Gue juga orangnya to the poin, ga suka basa – basi, asal nyeplos kaya kentut. Main keluar aja. Kadang ga dipikirin dulu malah. Kalo gue suka ya bilang suka. Beberapa orang beranggapan itu kelemahan gue dalam mendekati seorang wanita. Tapi yaah, mau gimana lagi, gue ga biasa memendam perasan. Hehe :P

Akhir – akhir ini gue cuma berusaha “menyamankan” diri gue sendiri dengan keadaan ini. Gue ga seagresif dulu yang tiap cewe cantik lewat, langsung ajak kenalan. Males? Yaah, sort of. Disamping itu juga gue jadi mikir, emang gue sebutuh itu, sampe harus punya cewe? Hmm, ga juga sih. Toh, kalo emang udah waktunya gue pacaran lagi, ntar juga dikasih. Toh, ga punya cewe juga gue masih bisa nafas. Yaah, punya atau ga punya cewe sama aja ko. Gue juga masih bisa seneng – seneng. Read More

Meaningless Regret

Air matamu kembali menetes. Hatimu berdegup kencang hampir meletup. Tanganmu tak kuasa menahan nafsu. Mendaratkan permukannya kepipiku kencang.

Tak bisa berkata, tak bisa bergerak. Hanya bisa terdiam mematung bagai patung. Mendengar jeritanmu dalam tangisan penuh emosi. Matakupun terpejam. Mulai basah, mulai tak sanggup membendung air mata.

Entah mengapa aku melakukan hal bodoh terhadapmu. Aku bahkan tak sadar telah melakukannya. Membuatmu terluka sangat dalam. Menusuk hatimu dengan belati tajam.

Kau masih menangis berusaha mengendalikan dirimu. Kau terus berteriak ke arahku. Memaki, mencaci, meluapkan seluruh amarah didalam dirimu seperti gunung meletus. Bahkan energimu terkuras, habis hinga lemas.

Maafkan aku. Maafkan diriku yang bodoh. Yang telah melupakan dirimu. Memilih selain dirimu. Merasa selalu benar namun kusalah. Tak peduli akan hatimu yang tergores luka. Melakukan segala sesuatu sesukaku, tanpa berfikir akan hadirmu. Meski kau berulang kali menggemakan hal yang sama untuk kebaikanku, telingaku bagai tersumbat. Menjadi tuli dan tak mendengarmu. Read More