Sat, July 25

Hari itu kita berada di sebuah pusat perbelanjaan tak jauh dari rumah. Sepertinya dia ingin membeli sesuatu yang dia perlukan.

Tak lama seusai bereblanja kita beristirhat sejenak. Aku berniat membeli beberapa kaleng minuman untuk kita. Jadi aku pamit untuk pergi sebentar.

Baru saja aku akan kembali memberi minuman itu, tiba – tiba aku bertemu dengan teman lama. Teman yang sebenarnya aku hindari. Dia terus mengajaku berbicara dan memaksaku ke suatu tempat. Namun dari kejauhan aku juga melihat orang yang tadi aku temani tengah dipaksa untuk pergi. Aku tau dia. Dia adalah orang yang pernah berurusan dan bermasalah dengan orang yang aku temani. Bergegas aku mengabaikan orang yang mengajaku berbicara dan sedikit berlalu menghampirinya. Dia sudah sedikit jauh. Aku hampir tidak bisa mengejarnya. Namun beruntung aku masih bisa menggenggam tangannya.

Tanpa sadar aku menarik orang yang aku temani dan memastikan kalau dia tidak apa – apa. Orang yang berurusan dengan dia langsung pergi lari entah kemana. Karena aku hawatir ini akan berurusan lebih panjang aku pergi menghampiri mereka. Dan menyuruh orang yang aku temani ini untuk diam dan jangan kemana – mana.

Aku berhasil mengejar mereka. Tak kusangka merekapun menghampiriku. “Bukankah semuanya sudah jelas? Bukam dia yang salahkan?” Teriaku pada mereka

*dream part 2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s