Bukan salah siapa – siapa. Pertanyaannya bukan salahnya siapa? Kenapa harus menghakimi seseorang tanpa adanya bukti yang kuat?

Masalahnya ada pada setaip manusia. Ketika mereka hanya ingin mendengar apa yang ingin mereka dengar. Ketika emosi bertindak saat kenyataan tak sesuai dengan harapan. Hanya ada amarah saling menyalahkan.

Mengapa tidak kita saling menghargai? Mencoba menerima setiap pendapat manusia.

Mencari solusi untuk masa depan. Bukan terus mengungkit apa yang sudah berlalu.

Melihat kembali pada diri sendiri. Mencarai alasan apa yang menyebabkan kita begini. Mencari jalan keluar untuk memperbaiki diri.

Sehingga kita bisa kembali saling menerima. Sehingga kita bisa terus saling mencinta.

Advertisements

Padahal ini yang kuharapkan, namun tak kusangka sesulit ini.

Padahal ini yang ku inginkan, namun berat tuk terima rasanya.

Aku hanya ingin menjadi jujur.

Hajimete no Koi

Aku jatuh cinta padanya.

Sejak pertama aku melihatnya. Membuatku ingin selalu hidup bersamanya. Ialah takdirku. Begitulah aku menafsirkannya.

Meski mereka mencemoohku. Meski mereka tidak yakin apabila ku hidup dengannya. Meski mereka menertawakanku. Aku tetap akan berjuang untuknya

Yah, hidup dengannya memang tidak mudah. Terlalu banyak tekanan yang dia berikan. Terlalu berat beban yang harus dipikul. Belum lagi, semua yang dia berikan, tidak sebanding dengan apa yang aku korbankan.

Read More

A World that not Everyone Knows

Ada satu pintu. Sudah usang, tua termakan jaman. Bahkan hampir rubuh.

Namun, disanalah diriku yang lain tinggal. Tepat dibalik pintu reyot tersebut.

Pintu penghubung antara dunia luar dengan dunia belakang. Pintu menuju penderitaan.

Sulit untuk bertahan hidup disana. Terlalu banyak tekanan yang menggangu. Terlalu sulit hal – hal yang harus dilalui

Namun, disitulah tingkat tertinggi dari segala kesenangan yang aku cari. Disanalah aku benar – benar menjadi diri sendiri. Disanalah hidupku yang sebenarnya dimulai.

Read More

Loneliness

Mereka bilang, aku itu aneh. Diam memojok sendiri tanpa ada yang menghampiri

Mereka bilang, aku itu mengerikan. Tatapanku yang menghujam tajam pada mereka, seakan memberi isyarat kalau aku bukan manusia.

Bukan mereka yang menjauhiku, hanya aku yang tidak mau bersama mereka

Untuk apa teman? Kalau akhirnya hanya untuk dikhianati

Untuk apa teman? Kalau mereka hanya memanfaatkan kita

Read More