A World that not Everyone Knows

Ada satu pintu. Sudah usang, tua termakan jaman. Bahkan hampir rubuh.

Namun, disanalah diriku yang lain tinggal. Tepat dibalik pintu reyot tersebut.

Pintu penghubung antara dunia luar dengan dunia belakang. Pintu menuju penderitaan.

Sulit untuk bertahan hidup disana. Terlalu banyak tekanan yang menggangu. Terlalu sulit hal – hal yang harus dilalui

Namun, disitulah tingkat tertinggi dari segala kesenangan yang aku cari. Disanalah aku benar – benar menjadi diri sendiri. Disanalah hidupku yang sebenarnya dimulai.

Penderitan yang kuhadapi, rasa sakit yang ku alami, tekanan yang terus menghampiri, begitulah aku disana.

Sial, meski terus seperti itu, namun aku tidak pernah berhenti tersenyum.

Semua penderitaan didalamnya sudah menjadi candu dalam diriku. Terbiasa dengan rasa sakit, menjadikannya salah satu teman terbaiku. Gempuran tekanan yang tak pernah berhenti, seperti menariku untuk terus bercengkerama dengannya.

Satu – satunya yang membuatku bahagia di dalamnya, adalah ketika melihat mereka tersenyum puas dengan apa yang kita alami.

Ketika mereka puas dengan segala hasil pengorbanan kami “orang belakang” untuk memberikan yang terbaik.

Expresi gembira di wajah mereka sudah cukup untuk melupakan segala peluh yang mengucur di seluruh tubuh kami.

Pekerjaan kami, memang tidak seberapa. Namun saya percaya bahwa kami adalah pekerja paling mulia di dunia.

Bekerja demi menghilangkan rasa lapar seseorang. Bekerja demi kebahagian mereka. Bekerja demi orang lain.

Kami memang bukan orang yang sabar. Kami mungkin orang yang kasar. Mungkin, kami juga tidak tahu sopan santun.

Namun percayalah, jauh di dalam hati kami, atas rasa cinta kami terhadap pekerjaan kami, kami selalu memberikan yang terbaik yang bisa kami lakukan demi kalian.

Meski harus bermandikan keringat. Meski harus digempur derita. Meski terus mengalami rasa sakit.

Meski harus mengorbankan segalanya. Meski harus bendiri sendiri.

Apapun yang terjadi, saya tidak akan pernah berhenti mencintai dunia ini. Dunia belakang yang tidak semua orang peduli dengan apa yang terjadi di dalamnya.

Y.S.

A Chef

Complete Set Menu

Di post kali ini, gue cuma mau info lagi – lagi tentang makanan. Kali ini pure semua yang gue tulis disini, berdasarkan pendapat atau pengetahuan gue. Complete Set Menu, atau biasa juga di bilang Table d’hote. (gatau itu nulisnya bener apa ngga :P).

Table d’hote, atau menu lengkap dari makanan pembuka sampe makanan penutup. Terdiri dari 4 menu : Appetizer (pembuka), Soup (sup), Main course (inti), dan Desert (penutup). Dulu ini bisa sampe 13 menu waktu jaman – jaman kerajaan di eropa. Biasanya di pake buat jamuan makan. Kaya kalo ada orang-orang penting, kita undang buat makan, inilah tipe menu/cara makan yang biasanya di suggest sama para pelayan hotel, atau restoran bintang 5 untuk menengah ke atas. Ribet memang, karena banyak banget porsi yang harus kita makan. But, ini juga ternyata ada tujuannya. Tujuan itu ternyata terdapat di menu – menu yang di sakijan. maksudnya :

1. Appetizer. Makanan pembuka. Biasanya salad atau hidangan – hidangan yang segar. Porsinya ga banyak. maksimal 75gr/porsi. Kenapa ini jadi yang pertama? Karena appetizer di peruntukan memicu nafsu makan sang tamu. Porsinya juga kecil, karena kalo banyak, tamu bakal keburu kenyang dan ga bisa menikmati hidangan lain. Read More

Wine : Menurunkan resiko terkena serangan Jantung

Image

Wanna share something use full. Ga cuma media curhat gue juga mau share tentang hal yang lebih bermanfaat. Seperti Info yang bakal gue kasih sekarang. Iseng buka detik dan gue nemu ini. Berhubungan tentang hobi gue tentang kuliner. So ini “copas”annya. Lengkap/lainnya buka aja detik.com

Dua Gelas Wine Sehari Perpanjang Umur Pasien Jantung

“Wine sejak lama dikenal baik untuk kesehatan pembuluh darah jantung. Selama ini, minuman beralkohol tersebut diketahui dapat mencegah penyakit jantung. Ternyata, orang yang terlanjur menderita gangguan jantungpun bisa merasakan manfaatnya. Read More