A World that not Everyone Knows

Ada satu pintu. Sudah usang, tua termakan jaman. Bahkan hampir rubuh.

Namun, disanalah diriku yang lain tinggal. Tepat dibalik pintu reyot tersebut.

Pintu penghubung antara dunia luar dengan dunia belakang. Pintu menuju penderitaan.

Sulit untuk bertahan hidup disana. Terlalu banyak tekanan yang menggangu. Terlalu sulit hal – hal yang harus dilalui

Namun, disitulah tingkat tertinggi dari segala kesenangan yang aku cari. Disanalah aku benar – benar menjadi diri sendiri. Disanalah hidupku yang sebenarnya dimulai.

Read More

Advertisements

Loneliness

Mereka bilang, aku itu aneh. Diam memojok sendiri tanpa ada yang menghampiri

Mereka bilang, aku itu mengerikan. Tatapanku yang menghujam tajam pada mereka, seakan memberi isyarat kalau aku bukan manusia.

Bukan mereka yang menjauhiku, hanya aku yang tidak mau bersama mereka

Untuk apa teman? Kalau akhirnya hanya untuk dikhianati

Untuk apa teman? Kalau mereka hanya memanfaatkan kita

Read More

We are Liar

Pada dasarnya semua manusia itu pembohong. Mereka berbohong tentang dirinya. Mereka berbohong untuk di anggap. Mereka berbohong hanya untuk satu hubungan “pertemanan”. Karena pada dasarnya, manusia hanya mendengar apa yang mereka ingin dengar. Karena pada dasarnya mereka hanya ingin di akui meski harus berbohong.

Apa kau akan berteman dengan orang yang menyebutmu goblok? Apa kau akan berteman dengan orang terus menyebut2 sifat burukmu? Meski pada kenyataannya itulah yang sebenarnya? Ironis bukan? Mengetahui kalau sebenarnya teman terbaikmu adalah seorang pendusta?

Read More

A sword to protect prople can’t bring happiness, but as far as I know, is a blade for cooking the only one that have ever brought happiness.

Kore wa Zombie Desuka – Seraphim

Lights of Hope (Part 2 : Hope(s))

Sesampainya di apartemen, Shin terkejut melihat ada bungkusan kardus berada di depan pintu. Tidak tertulis nama pengirimnya. Hanya alamat tempat Shin tinggal dan tulisan Kagamine Shin yang merupakan nama lengkap Shin. ‘Apa ini?’ Tanya shin misterius dalam hati. Sedikit tidak memperdulikan barang itu. Ia langsung membuka pintu apartemennya, lalu menyimpan kotak kardus tersebut di atas meja.

Shin membuka kulkas kecil di pojok ruangan, lalu mengambil sekaleng bir yang ada di dalamnya. Setelah itu ia menyalakan televisi sambil mengganti bajunya.

“Pelaku terror bom hingga saat ini belum di tangkap” berita yang muncul di televisi malam itu. Shin terlihat sedikit kesal.
Read More